Desa Samong Menolak Berita HOAX

Desa Samong Menolak Berita HOAX

IMG-20170108-WA0001Disadari atau tidak, terbukanya ruang media sosial (Medsos), kebebasan menyampaikan informasi, baik berupa pemberitaan, komentar, maupun pendapat di media sosial (Medsos) sering kali membawa dampak yang sangat luas. terlebih saat ini di Desa Samong sudah shared penuh semua akses Medsos yang ada. Sejalan dengan dampak positif yang dengan cepat, bahkan dalam hitungan detik kita bisa akses informasi, berpendampat, maupun berkomentar, namun perlu diwaspadai salah satu dampak negatif yang terkadang muncul yakni berita Hoax.Kedengarannya sepele tapi akibat yang ditimbulkan dari pemberitaan Hoax bisa menimbulkan perdebatan panjang. Sebegitu bahayanya berita Hoax ini, desa-desa di kabupaten Pemalang yang di pandegani Oleh Pusat Pemberdayaan Informasi Desa (PUSPINDES) mengikrarkan untuk Menolak Berita Hoax. Bagi pecinta Medsos pemula, sebenarnya apa sih berita Hoax itu? mengapa mesti ada di dunia Internet? Apa sih yang melatar belakangi?

HOAX, RANCU DAN RACUN

Yuk, coba kita bedah lebih detail, yang kami himpun dari bebrapa sumber yang bisa dipercaya.

definisi Hoax menurut wikipedia adalah : “Sebuah pemberitaan palsu adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut palsu. (ada unsur kesengajaan… red)

Kata hoax sebenarnya muncul pertama kali di kalangan pengguna Medsos Amerika, kata hoax didasarkan pada sebuah judul film yang berjudul The Hoax,

The Hoax adalah sebuah film drama Amerika 2006 yang disutradarai oleh Lasse Hallström. yang diskenario oleh William Wheeler, film ini dibuat berdasarkan buku dengan judul yang sama oleh Clifford Irving dan berfokus pada biografi irving sendiri,serta Howard Hughes yang dianggap dianggap membantu menulis. Banyak kejadian yang diuraikan Irving dalam bukunya yang diubah atau dihilangkan dari film, dan penulis kemudian berkata, “saya dipekerjakan oleh produser sebagai penasihat teknis film, tapi setelah membaca naskah terakhir saya meminta agar nama saya dihapus dari kredit film.itu mungkin disebabkan karna plot naskah tak sesuai dengan novel aslinya, ”
Sejak itu, film hoax dianggap sebagai film yang banyak mengandung kebohongan, sehingga kemudian banyak kalangan terutama para pengguna Medsos atau yang biasa mendapat julukan Netizen yang menggunakan istilah hoax untuk menggambarkan suatu kebohongan, lambat laun, penggunaan kata hoax di kalangan pengguna medsos makin gencar. Bahkan kabarnya kata hoax digunakan oleh Netizen hampir di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. (http://sekedar-tahu.blogspot.co.id/2010/01/asal-mula-kata-hoax.html)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*